Sabtu, 27 November 2010

#untitled 1

saya adalah aku, aku adalah saya
lalu....

semua orang butuh alasan untuk hidup.... jika aku ternyata tidak punya. aku mungkin tidak berada di sini dalam fitrah sebagai umat manusia. ketika aku menganggap orang tua adalah ancaman terakhir lalu hidup dan hajat mereka pada tuhan ternyata tidak berpengaruh kepada kehidupan orang lain dan untuk orang lain, sebut saja aku. ya.. ketahuilah aku kehilangan banyak.

seperti kembali ke sebuah benda, yang aku sebut itu benda 'setengah' mati. akar-akaran aku mungkin hanya sebuah bercandaan yang berakhir serius. lucunya sampai ke tulang sampai pendarahan lalu mati membiru menjadi hal-hal yang tidak diinginkan, apa benar ya? kenapa aku yang ketika itu berbentuk partikel atom yang hanya berupa gelombang-gelombang bernyawa setuju pada sang maha? tidak perlu dijawab karena memang 'harus' adalah sebuah kata kepemilikan yang diberikan kepada sesiapanpun oleh tuhan atas dasar maha, maha, dan maha. membosankan, membebankan, dan mengharuskan.

aarrhhh
satu hal yang sudah dipastikan dengan sepasti-pastinya bahwa satu hal yang pasti dalam hidup saya adalah kematian. selebihnya, hanya reka-reka semata yang setidaknya mengisi hari dan hidup saya yang tidak bisa diberdayakan ini.. sepertinya ya ya sepertinya tapi saya harap tidak. karena saya berharap tidak!

Minggu, 10 Oktober 2010

Blue October

empat hari lagi saya ulang tahun lho hehehe apa? tidak apa-apa. tidak ada yang penting semua akan sama saja. seperti hari-hari biasanya. sebenarnya saya sungguh sangat kecewa akan diri saya sendiri ah entahlah. tuhan juga tidak mengabulkan laut. hanya akan ada hari yang mendung dan hujan. mungkin. saya memang selalu benci jika oktober datang. bau sebuah biru yang sepi dan dingin, tidak putih dan hangat seperti desember, merah muda dan cinta seperti februari, atau kuning dan ceria seperti juli. biru muram, suram, dan biru yang melelahkan.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Frustasi

sepertinya akhir-akhir ini saya cukup frustasi. well, menyesuaikan diri dengan sekelompok orang yang jauh dibawah saya dari segi usia sungguh menjemukan terkadang memuakan. mereka lebih parah dibandingkan siswa SLB. entahlah, saya merasa banyak mengkoreksi akhir-akhir ini, mengkoreksi diri sendiri. lucu ya bersikap seolah saya bahagia menjadi salah satu dari mereka. seseorang bilang "jangan pernah bangga menjadi berbeda.." sangat menusuk dan membuat saya banyak mengkoreksi, lagi-lagi huhuu. tapi saya tidak bangga justru merasa tidak nyaman. biarkan saja dululah.. anggap saja ini sebuah shock therapy sebelum benar-benar mengajar teens lainnya yang mungkin lebih parah kelakuannya.

banyak yang keteteran dan tercecer, biasanya sebuah chicklit sanggup saya habiskan hanya 3 jam sekarang 3 hari tidak juga selesai hurrrgghhh padahal tugas-tugas, paper, jam kuliah sungguh tidak memberatkan tapi interaksi sosial yang bertambah kuantitinya yang menghancurkan waktu intim saya bersama buku-buku favorit saya ah jengah ya... apalagi ternyata interaksi sosial itu sebenarnya tidak penting apalagi darurat saya mampu mengelak tapi saya tidak punya kemampuan untuk membuat alasan yang masuk diakal untuk manusia belasan tahun itu. tuhan... ;(

butuh dukungan moril ah bukan saya butuh dukungan "kebohongan yang meyakinkan" untuk lari dari masalah hahaha terlihat sudah bahwa sang isabella ini sedang frustasi ckck